Kamis, 29 April 2010

BERANIKAH ANDA MEMBAKAR HABIS KESULITAN YANG MENYELIMUTI HARAPAN2 & CITA2 ANDA??


Apakah Anda akan membiarkan Diri Anda Terbungkus Sampah?

Ada orang yang menganggap kesulitan, kesedihan, dan musibah sebagai hukuman, lalu memilih untuk menerima hukuman itu begitu saja. Hanya sebagian yang nekad mengambil resiko melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Boleh juga! Namun, hanya sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk mengalahkan kesulitan itu dan menggapai Keberhasilan.

Mari kita belajar dari kisah berikut ini.

Dalam sebuah turnamen golf, Nero Sang Profesional membuat sebuah pukulan brilian sehingga bolanya jatuh di dekat lapangan hijau. Namun ketika menyusuri fairway menuju bola itu, Nero melihat bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang dibuang sembarangan. Bagaimana dia bisa memukul bola yang berada di dalam kantong dengan baik? Tentu saja mustahil.

Sesuai peraturan, jika Nero keluarkan bola dari sampah itu, ia terkena pukulan hukuman. Namun jika ia pukul bola bersama kantong kertas, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Bisa dipastikan, hampir tidak pernah ada pemain yang mau memukul bola bersama kantong kertas sampah seperti itu karena resikonya memang jauh lebih fatal terhadap perolehan nilai yang disebabkan melencengnya laju bola.

Hal ini sangat lazim dialami para pemain golf yang profesional sekalipun. Kebanyakan pemain pasti memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas dan menerima hukuman, daripada memukul dengan resiko nilai yang lebih buruk. Barulah setelah itu mereka berupaya keras untuk menebus kurangnya point akibat pukulan hukuman tadi.

Bukan pilihan yang sepenuhnya salah: lebih baik menghadapi resiko lebih kecil dan kemudian berusaha keras untuk memperbaiki situasi, daripada nekad menghadapi resiko besar yang lebih fatal.

Namun, ternyata tidak demikian bagi Nero. Ia memutuskan untuk tidak memilih kedua resiko itu. Anda tahu apa yang dilakukan oleh Nero?

Dia keluarkan sebuah korek api dari kantongnya. Dia bungkukkan badan, dan dia nyalakan api untuk membakar kantong kertas itu hingga terbakar habis, Tidak ada peraturan yang melarang hal itu. Nero tinggal memilih tongkat yang tepat, dan mulai membidik sejenak, mengayunkan tongkat… dan… wuussss…! Bola melejit dan jatuh di dekat lobang.

Bravo !!
Nero terbebas dari hukuman dan tetap bisa memukul bola dengan baik tanpa terganggu sampah kantong kertas. Nero pun akhirnya memenangkan tournament itu.

Ketika cita-cita, tujuan, goal-goal, atau harapan-harapan Anda terasa bagaikan terbungkus sampah, bukan berarti Anda kehilangan kesempatan untuk meraihnya, bukan berarti Anda harus menghentikan langkah untuk mencapainya.

Dalam keseharian, membakar sampah yang membungkus bola golf artinya adalah bahwa kita perlu melakukan sesuatu. Kita perlu sebuah Tindakan. Aksi. Kreatif. Sesekali tangan kita mungkin harus kotor atau bahkan tersengat korek api, tetapi ketika kita Fokus pada Goal, kita Fokus pada Tujuan dan Cita-Cita, dan kita Fokus pada Rasa Bahagia yang tiada tara ketika kita mencapainya, maka kesakitan-kesakitan itupun seketika berubah menjadi Cerita-Cerita Indah yang menghiasi Perjalanan kita menuju Keberhasilan dan Kebahagiaan atas Pencapaian Tujuan kita.

(Ary WS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar