HANYA ADA 2 JENIS GAGAL, dan PASTIKAN itu BUKAN KITA.
Selalu ada banyak alasan untuk menjadi gagal, karena sejak jaman dulu, yang namanya gagal memang 100% identik dengan banyak alasan. Namun secara garis besar, hanya ada 2 kategori orang gagal atau aksi penyebab kegagalan, yaitu:
1. Those who THOUGHT but never DID, dan
2. Those who DID but never THOUGHT
Silahkan dipikirkan terlebih dulu maknanya…
Oke, sekarang mari kita sama-sama pelajari satu per satu secara singkat saja.
THOUGHT BUT NEVER DID… MEMIKIRKAN TANPA MELAKUKAN
Pendeknya, ini adalah perilaku “panjang angan-angan”. Memiliki Cita-cita besar, bahkan mungkin kepandaiannya juga di atas rata-rata, wawasan dan pengetahuannya sangat luas, konsepnya tentang masa depan sangat menakjubkan, kata-katanya pun mantap, tetapi hampir bisa dipastikan tidak pernah melakukan Aksi-Nyata untuk meraih Cita-cita yang selalu di”kampanye”kan.
Bagaimana bisa masuk kategori ini? Oke, kita sebutkan beberapa penyebabnya, tetapi berjanjilah untuk menghindarinya… yaitu:
1. Procrastination; mereka suka menunda hal-hal yg seharusnya di-Prioritas-kan
2. Mereka tidak memiliki Time-Management
3. Mereka selalu menunggu “saat yang sempurna” untuk memulai aksi-nya; mereka lupa bahwa Keberhasilan justru terjadi ketika kita bisa mengatasi kondisi-kondisi yang tidak sempurna
4. Ada sebagian, kalau tidak keseluruhan, dari “Success Blue-Print” atau “Keyakinan tentang Sukses” dalam diri mereka yang masih harus dibenahi yang menyebabkan kurang atau bahkan tidak adanya keyakinan bahwa dirinya BISA
5. Faktor Kesombongan Diri, biasanya diwujudkan dengan sikap merasa lebih baik dari orang lain, sehingga tidak terlalu membutuhkan orang lain untuk mencapai keberhasilannya; merasa bahwa ide-ide yang diberikan orang lain tidak berguna karena mereka memiliki ide-ide yang lebih bagus.
DID BUT NEVER THOUGHT… MELAKUKAN TANPA MEMIKIRKAN
Naah… tipe ini nih yang kayaknya paling banyak terjadi. Mereka bekerja keras setiap hari, melakukan berbagai kesibukan, sambil berharap sebuah “keajaiban” akan datang secara tiba-tiba dalam hidupnya. Ketika diajak bicara soal cita-cita atau rencana yang konkrit untuk masa depan, jawabnya: ”Wis to, gak perlu rencana muluk-muluk, yang penting saya punya cita-cita pingin ini-itu, dan saya harus bekerja.”
Banyak orang pergi bekerja setiap hari, berangkat pagi, pulang hingga sore atau bahkan malam, jika perlu menghibur diri terlebih dulu, dan baru kemudian tidur. Besoknya, begitu lagi, dan begitu lagi besoknya… hingga akhir pekan mereka bersantai bersama keluarga, lalu pekan depannya memulai lagi siklusnya. Tanpa terasa, 1 tahun berlalu, 2 tahun terlewati, 5 tahun, 10 tahun, 15 atau 20 tahun pun terlampaui, dan tiba-tiba mereka sudah berada di “masa depan” sambil bertanya-tanya: “Kok gini-gini aja ya…? Mana nih cita-citaku? Kan aku sudah kerja keras setiap hari…?”
Yang lebih parah lagi, mereka mulai menyalahkan pihak lain: “Sial! Pemerintah gak becus ngatur perekonomian, makanya gajiku naik tapi tetep aja gak cukup.” Atau “Sekian tahun aku tertipu, aku sudah loyal, tapi perusahaan tidak pernah menghargai lebih.” Dan yang paling parah adalah mereka yang mulai menyalahkan Tuhan.
Orang gagal tipe ini bisa diibaratkan seperti Penebang Pohon yang tidak pernah mengasah gergajinya. Masih ingat ceritanya? Ada 2 orang Penebang Pohon. Si A, bukan ahli dalam menebang, sedangkan si B dikenal sangat ahli. Ketika diminta menebang sebanyak-banyaknya pohon mulai pagi sampai sore, ternyata justru si A menebang lebih banyak dibanding si B. Si B yang merasa dirinya ahli dan memiliki teknik menebang terbaik sangat heran: “Hai A, maafkan aku, aku lihat caramu menebang tidak sebaik aku. Selain itu, kamu lebih banyak istirahat dibandingkan aku. Bagaimana bisa kamu menebang lebih banyak dengan energi yang lebih sedikit?” Si A hanya menjawab: “Ketika aku beristirahat, aku bersantai sambil mengasah gergajiku, maka gergajiku hampir tidak pernah tumpul. Dan akupun bersantai sambil mengamati caramu menebang, maka kemampuanku pun bertambah.”
Karena itulah dikatakan, bekerja keras saja tidak cukup, kita juga harus bekerja pintar. Memang, ACTION adalah rangkuman dari semua cara untuk Sukses yang pernah diajarkan di muka bumi ini. Namun, ACTION yang dimaksudkan ada dua, yaitu: Plan and Work, Merencanakan dan Mengerjakan.
Rencana itu sendiri harus mencakup:
1. Menetapkan Goal atau Tujuan secara jelas dan terperinci
2. Menetapkan Langkah-Langkah yang harus ditempuh
3. Melengkapi diri dengan kompetensi yang dibutuhkan
4. Melakukan Evaluasi
Sebagai kesimpulan dari catatan di atas:
Satu-satunya Cara Jitu agar kita tidak termasuk 2 kategori orang gagal di atas, adalah:
Plan your Work and Work your Plan... Rencanakan Kerjamu dan Kerjakan Rencanamu...
Pasti bermanfaat untuk kita terapkan mulai saat ini juga... dan kemudian jadikan bermanfaat pula untuk lebih banyak orang.
Salam Bahagia & Sukses selalu...
(Ary Wiryosaputro)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar